Minggu, 09 September 2018
Dokumentasi
Rabu, 04 Juli 2018
Cara Membuat Perkedel Tahu
Lauk yang kadang disajikan sebagai camilan yang terbuat dari kentang yang dicampur daging atau kornet ini memang cukup populer di Indonesia. Cara membuat perkedel ini juga cukup mudah lho...Tapi tahukan sobat Garnisha, kata perkedel berasal dari bahasa Belanda, yaitu frikadel. Perkedel aslinya dibuat dari daging cincang yang dilumatkan kemudian di goreng.
Di Indonesia varian perkedel berkembang menjadi beraneka macam, tergantung dari bahan dasar yang digunakan. Tidak hanya megikuti pakem asli dari perkedel itu sendiri yang berbahan dasar daging. Perkedel yang kita kenal sekarang sekarang ini sangat bervariatif. Contohnya saja perkedel kentang, perkedel jagung yang berbahan dasar jagung. Perkedel tempe yang dibuat dari tempe yang di kukus dan dihaluskan, ditambah dengan bumbu-bumbu dan digoreng. Ada juga perkedel tahu yang berbahan dasar tahu.
Kali ini ada resep sederhana untuk membuat perkedel tahu. Caranya sangat mudah, Sobat Garnisha yang tidak bisa memasak pun, insyaaallah bisa mempraktekkannya karena sangat mudah. Bahan yang diperlukan adalah tahu putih yang dihaluskan. Haluskan bumbu yang berupa bawang putih, merica dan garam. Campurkan bumbu yang telah digiling ke dalam tahu yang sudah dihaluskan. Aduk hingga merata. Tambahkan telur untuk merekatkan adonan satu sama lain. Untuk memperkaya rasa, tambahkan irisan daun bawang dan seledri. Cek rasa. Jika sekiranya sudah cocok di lidah, adonan bisa langsung digoreng hingga kuning keemasan. Mudah bukan? Sobat Garnisha bisa menikmati perkedel tahu ini bersama keluarga dan orang-orang tercinta.
Selamat mencoba.
Sabtu, 23 Juni 2018
Pantai Vio-vio nan Memesona
Senin, 12 Maret 2018
Bingung Memulai Sebuah Tulisan? Ini Dia 5 Langkah Efektif Membuat Outline
Ada tipe penulis yang bisa langsung mengeksekusi ide tanpa harus membuat outline secara tertulis. Dia membuat garis besar tulisannya di dalam kepalanya dan kemudian menuliskannya mencari naskah yang diinginkannya. Tetapi kebanyakan penulis pemula seperti saya, merasa bingung ketika hendak memulai sebuah naskah. Ada banyak yang ingin ditulis. Ide melompat-lompat meminta dieksekusi, tapi bingung harus memulai dari mana?
Salah satu cara untuk memudahkan seorang penulis membuat sebuah tulisan adalah dengan membuat outline. Apa itu outline? Outline merupakan kerangka tulisan untuk menampilkan ide-ide utama dan pendukung atas sebuah tema tertentu. Outline inilah yang akan memandu penulis saat memulai, menyelesaikan dan menyempurnakan sebuah tulisan. Outline yang bagus dapat membantu penulis menyampaikan ide-idenya dengan mudah, tulisan lebih terarah dan menghemat waktu sehingga tulisan cepat selesai.
Lantas langkah-langkah apa saja yang perlu dilakukan dalam membuat outline?
1. Tentukan tema yang akan dijadikan tulisan.
Langkah pertama dalam pembuatan outline yang baik adalah mengetahui apa yang hendak ditulis. Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang tema-tema menarik yang bisa ditulis. Hal ini akan memudah penulis menentukan apa saja yang akan disampaikan kepada pembaca.
2. Kembangkan kerangka tulisan
Langkah kedua dimulai dari menentukan poin-poin yang ingin disampaikan dalam sebuah tulisan. Poin-poin ini meliputi poin utama dan point pendukung. Tuliskan semua ide yang berkaitan dengan tema. Tulis sebanyak-banyaknya. Hal ini dapat memudahkan penulis dalam memilih materi yang mana yang akan diambil sebagai bahan tulisan nantinya.
3. Seleksi dan susun poin-poin outline.
Pilih dan susunlah poin-poin yang sudah didapatkan menjadi sebuah outline yang baik. Buat pembuka, isi dan penutup tulisan. Dengan poin utama dan pendukung yang sudah didapatkan sebelumnya, maka penyusunan outline akan menjadi lebih mudah. Urutkan sesuai kronologi atau bisa juga sebab akibat. Susun sebaik mungkin hingga mudah dipahami dan dapat menjadi panduan dalam menulis.
3. Merinci apa yang hendak ditulis.
Langkah ini merupakan pengembangan dari langkah sebelumnya. Kerangka karangan yang berisi poin-poin utama dan pendukung mulai dikembangkan. Rincian ini akan lebih memudahkan penulis menyampaikan gagasannya. Gunakan pengetahuan, imajinasi dan bahan-bahan yang sudah didapatkan sebelumnya untuk membuat tulisan menjadi lebih berisi dan menarik.
5. Merevisi.
Seperti sebuah tulisan, outline juga perlu direvisi. Koreksi ulang diperlukan jika dalam penyusunan naskah ada ide baru yang muncul tiba-tiba. Penulis bisa saja merevisi outline yang sudah dibuatnya sesuai dengan kebutuhan.Dengan adanya outline yang sudah tertata rapi, maka tulisan akan mengalir dengan lebih mudah.
Nah, sekarang tak perlu khawatir tulisan Anda menjadi hambar lagi ya. Yuk, segera buat outline dan kembangkan menjadi tulisan yang bernas. Selamat mencoba.
Sumber foto: pixabay
Senin, 19 Februari 2018
Melatih Konsentrasi dengan Olahraga Panahan
Panahan telah menjadi salah satu olah raga yang popular, dan merupakan olahraga yang disunnahkan. Sekolah-sekolah juga mulai memasukkan olahraga ini sebagai ekstrakurikuler bagi peserta didiknya. Saya mengenal olahraga ini beberapa bulan lalu. Bersama beberapa orang teman, kami berlatih setiap Minggu pagi.
Di Minggu ketiga, saya berhalangan hadir karena ada pekerjaan lain yang harus diselesaikan. Melalui grup WA pengurus membuat pernyataan yang mengejutkan. Latihan dihentikan hingga batas waktu yang tidak ditentukan.
Penasaran, saya Wapri pengurus menanyakan penyebabnya. Ternyata pada sesi latihan terakhir, ada peserta yang melesatkan anak panah hingga ke ladang tetangga hingga mendapatkan peringatan dari pemiliknya. Berhentinya latihan secara kolektif bukan berarti saya berhenti melakukan olahraga ini. Beberapa manfaat dari olahraga ini saya rasakan yaitu dapat meningkatkan koordinasi tangan dan mata serta meningkatkan keseimbangan. Melatih fokus, kesabaran dan kekuatan otot tangan serta untuk merelaksasi tubuh.
Lagi pula saya sudah terlanjur membeli peralatannya, sayang kalau dibiarkan begitu saja. Maka saya putuskan latihan bersama suami di rumah kami yang tidak terlalu lebar. Saking semangatnya, sampai dinding rumah yang terbuat dari triplek dipenuhi lubang dari anak-anak panah yang meleset dari sasaran.
Panahan adalah olahraga yang membutuhkan konsentrasi dan ketenangan. Sentakan kecil saja dapat membuat anak panah yang melesat ke target meleset ke tempat lain. Lakukan pemanasan dengan cukup. Pemanasan dilakukan agar otot tangan, lengan, bahu, pinggang dan kaki tidak cedera. Salah seorang teman pernah memar di lengan hingga beberapa hari karena pemanasan yang kurang.
Selain pemanasan, tehnik yang tepat juga dapat menghindari kemungkinan terjadinya cedera. Tehnik dasar memanah terdiri dari 9 tahapan, yaitu:
1. Stance atau sikap ketika berdiri. Kedua kaki menopang badan secara seimbang. Posisi berdiri harus tegak tidak boleh condong ke depan ataupun kebelakang.
2. Nocking adalah menempatkan ujung anak panah ke tempat anak panah pada tali busur
3. Extend atau mengangkat lengan
4. Drawing atau menarik tali busur
5. Anchoring adalah gerakan dasar tehnik memanah dengan menjangkarkan tali penarik
6. Holding atau menahan sikap ketika akan memanah
7. Aiming and Expansion adalah membidik sasaran
8. Release adalah gerakan melepaskan tali/anak panah
9. After hold atau menahan sikap setelah memanah.
Olahraga memanah ini tidak bisa dilakukan secara sembarangan, karena menggunakan benda tumpul hingga tajam yang dilepaskan dengan tenaga yang kuat. Alat pelindung diri juga diperlukan seperti finger tab untuk mengindari jari tergores oleh lesatan anak panah. Dan yang terpenting adalah tempat yang memadai agar tidak membahayakan orang lain. Untuk ummahat, sebaiknya gunakan tempat tertutup agar dapat berlatih dengan nyaman dan terhindar dari fitnah.
Minggu, 18 Februari 2018
WOWnya Jalan-Jalan untuk Tumbuh Kembang Anak
"Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga, yang dengan itu mereka dapat mendengar? Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.”
(QS Al Hajj 46)
Seperti halnya orang dewasa, anak pun bisa saja diserang oleh rasa bosan dan penat terhadap suatu hal, sehingga mereka rewel dan banyak maunya. Biasanya orang tua akan membujuk anak dengan janji-janji seperti memberikan makanan atau mainan kesukaannya, atau mengajaknya jalan-jalan.
Jalan-jalan tidak selalu harus ke wahana bermain, mall, kolam renang, tempat makan, mengunjungi suatu tempat atau daerah, seperti museum, perpustakaan, perkebunan, pantai, berkemah, dan tempat tempat lainnya. Jalan-jalan santai yang murah meriah, meski sekedar ke taman di pagi atau sore hari juga banyak manfaatnya.
Dari jalan-jalan ini, anak dapat belajar banyak hal diantaranya adalah anak menjadi kenal dengan lingkungan tempat tinggalnya sendiri, maupun lingkungan atau tempat-tempat yang baru dikunjungi, sehingga anak akan mudah beradaptasi dan berempati ketika berada dalam situasi yang berbeda dari biasanya.
Selain itu berjalan-jalan juga dapat melatih kepekaan sensori anak dengan segala hal yang ada di luar rumah. Misalnya dengar mendengar cericit burung, mencium aroma rumput yang dipotong, meraba tetesan embun di daun, melihat objek benda yang letaknya jauh dan masih banyak lagi.
Dengan berjalan-jalan, anda juga dapat mengenalkan matematika sederhana kepada anak dengan cara yang menyenangkan seperti menghitung langkahnya sendiri, menanyakan jumlah pohon atau tempat sampah yang dilewati anak.
Selain berhitung, mengajarkan konsep sains sederhana juga bisa dilakukan. Contohnya dengan menunjukkan kepada anak cuaca yang terjadi saat itu. Menjelaskan tentang prinsip bayangan, membaca peta, dan anda juga bisa bereksperiment dengan menebak arah mata angin dengan cara menerbangkan saputangan kecil atau tissue yang digunakan untuk mengusap keringat maupun daun kering yang ditemukan di tepi jalan.
Selain makanan seperti salmon, kacang-kacangan, sayuran berwarna yang dapat meningkatkan daya ingat, jalan-jalan juga bisa menimbulkan efek yang sama. Anda bisa memperkuat daya ingat anak terhadap bentuk, warna, jenis pohon dan lain sebagainya dari benda-benda yang ditemui di sepanjang jalan, dengan berdialog, “Lihat nak, di pinggir taman, sekarang sudah tumbuh pohon akasia kecil!” Atau anda juga bisa memurajaah hafalan anak anda selama berjalan-jalan. Jika anak berhasil mengingat hafalannya dengan baik, maka anda bisa memberikan reward yang disukai anak agar anak semakin giat menghafal.
Menambah kosa kata baru yang dimiliki anak dengan menyebutkan benda-benda yang ditemui selama dalam perjalanan juga dapat dilakukan sewaktu jalan-jalan. Dengan bertambahnya kosa kata baru, kemampuan berbahasa anak akan semakin meningkat. Sehingga anak bisa lebih lancar berkomunikasi dengan anda dan membuat anak lebih terbuka karena kedekatan fisik yang terbangun dalam keadaan rileks selama berjalan-jalan.
Begitu WOWnya manfaat jalan-jalan untuk tumbuh kembang anak, masihkah anda berkata tidak, jika anak mengajak jalan-jalan?
Jumat, 16 Februari 2018
Metode Menghafal Al Quran Sabaq, Sabqi, Manzil
“Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran, maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi 10 kebaikan. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.” Hadis Riwayat Tirmidzi.
Ketika membacanya saja, pahala yang dijanjikan sudah sangat menggiurkan, apalagi ketika berusaha untuk menghafalnya. Proses menghafal itu membutuhkan pengulangan bacaan, mungkin bisa 5 kali, 10 kali, 20 kali atau bahkan lebih, tergantung seberapa kuat ingatan kita. Bisa kita bayangkan pahala yang akan didapat jika kita lalui proses itu dilaksanakan setiap hari. Masyaa Allah bukan?
Salah satu tempat menghafal Al Quran yang ada di Batam adalah Pondok Pesantren Iman Syafi’i(PONTRENIS). Pontrenis Batam merupakan pondok pesantren salafiyah ula yang mempelajari kitab kuning. Ilmu yang dipelajari adalah ilmu-ilmu diniyah seperti adab, tauhid, fiqih, hadis, bahasa Arab, dan Sirah. Tidak hanya itu, ilmu-ilmu umum seperti Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, PKn, Penjaskes dan SBK juga ada. Program unggulan yang ada di Pontrenis adalah Bahasa Arab dan Tahfidzhul Quran dengan metode sabaq, sabqi dan manzil.
Apa dan bagaimana penerapan metode sabaq, sabqi manzil yang ada di Pontrenis?
Sabaq adalah menambah hafalan baru. Jadi setiap hari santri menyetorkan halafan baru. Untuk anak-anak yang belum bisa membaca Al Qur’an sendiri, maka guru tahfidznya akan menalqinkan bacaan Al Quran yang akan dihafal kepada anak. Lafadz yang di talqinkan bisa per ayat, tetapi jika anak tidak mampu maka bisa perkata.
Apakah dengan sekali talqin, anak bisa langsung hafal? Tentu saja belum.
Umumnya anak-anak kelas satu baru mengenal huruf hijaiyah dan masih belajar untuk mengucapkan setiap huruf dengan makhraj yang benar. Maka bacaan yang ditalqinkan harus diulang 5 kali, 10 kali bahkan lebih, hingga anak benar-benar hafal. Jika sudah hafal, maka bisa ditambahkan dengan kata atau ayat berikutnya.
Sabqi adalah mengulang halafan sebelumnya. Misalnya anak sedang menghafal juz 1 sampai lembar ke 5, maka yang menjadi sabqinya adalah lembar 1 sampai lembar ke 5 di baris terakhir halafan anak tersebut.
Manzil adalah mengulang juz sebelumnya. Misalnya di kelas 1 santri sudah menghafal juz 30, dan ketika kelas 2 menghafal juz 29, berarti santri sudah mempunyai simpanan hafalan 1 juz yaitu juz 30. Nah, juz 30 inilah yang menjadi manziilnya.
Agar proses menghafal Al Qur’an bisa berjalan dengan baik, maka sabaq, sabqi manzil harus berjalan dengan seimbang. Bila hanya fokus pada menambah hafalan atau sabaq saja, maka hafalan yang sudah didapat akan menguap. Ibarat obat nyamuk bakar jaman old yang terus menyala, tapi terbakar habis dan menyisakan abu.
Sabaq atau penambahan hafalan yang disetorkan hari ini, masih tersimpan sementara di ingatan anak. Untuk membuatnya menjadi ingatan jangka menengah dan panjang maka dibutuhkan proses lain yaitu sabqi dan manzil. Sabqi ini merupakan penguatan hafalan. Jika proses sabqi dihilangkan, maka hafalan anak tidak akan tertanam kuat dalam memory hippocampus mereka.
Bagaimana jika hanya sabqi dan manzil saja yang dijalankan tanpa ada sabaq?
Anak-anak suka dengan hal-hal yang baru, pengulangan tanpa adanya penambahan dalam jangka waktu yang lama akan membuat mereka kekurangan motivasi untuk menghafal.
Menghafal Al Quran itu membutuhkan proses yang panjang dan kadang (tidak) mudah. Dukungan orang tua untuk selalu mendampingi putra/putrinya dalam memurajaah halafan sangat dibutuhkan. Jika hanya mengandalkan tambahan hafalan dan murajaah di pondok saja, maka proses menghafal tidak akan berjalan dengan baik. Dan yang terpenting adalah doa orang tua agar putra/putrinya selalu dimudahkan dalam proses menghafal Al Quran.






